Ronald mengatakan, penyimpangan dapat ditelusuri melalui audit investigatif berbasis data operasional digital pembangkit listrik, termasuk sistem SCADA/DCS, dokumen pengadaan, hingga catatan heat rate pembangkit listrik.
“Dalam kondisi normal, kualitas batubara akan mengganggu efisiensi pembangkitan. Jika kualitas rendah, konsumsi batubara meningkat dan kinerja pembangkit menurun,” katanya.
Baca Juga: Diduga Cabuli Santriwati, Pimpinan Ponpes di Pekalongan Ditangkap Saat Idul Adha
KOSMAK menilai audit investigatif diperlukan untuk mengungkap dugaan manipulasi kualitas batubara yang disebut telah berlangsung dalam jangka panjang.
Meski demikian, seluruh tuduhan yang disampaikan KOSMAK tersebut masih bersifat dugaan dan belum terbukti di pengadilan.
Pihak-pihak yang disebut dalam pernyataan KOSMAK juga belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan tersebut.(*)