Bermula dari OTT KPK Tahun 2023
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah pada 11 April 2023.
Baca Juga: Diduga Cabuli Santriwati, Pimpinan Ponpes di Pekalongan Ditangkap Saat Idul Adha
Balai tersebut kini bernama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang.
Dari OTT itu, KPK menetapkan 10 orang sebagai tersangka terkait dugaan korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
Perkara kemudian terus berkembang. Hingga Januari 2026, KPK telah menetapkan dan menahan 21 tersangka, termasuk Harno Trimadi dan anggota Komisi V DPR RI periode 2019-2024, Sudewo.
Selain itu, terdapat dua pihak swasta yang juga ditetapkan sebagai tersangka.
Baca Juga: BBM Subsidi Nelayan di Palopo Jadi Polemik, Warga Soroti Pejabat Penandatangan Surat
Proyek Jalur Kereta Api Diduga Diatur
KPK menyebut perkara korupsi tersebut mencakup sejumlah proyek strategi perkeretaapian, di antaranya proyek jalur kereta api ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso dan pembangunan jalur kereta api di Makassar.
Selain itu, kasus juga menyasar proyek perbaikan perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera, serta empat proyek konstruksi jalur kereta api berikut dua proyek supervisi di Lampegan, Cianjur.
Dalam pelaksanaannya, KPK menduga terjadi pengaturan proyek pemenang melalui rekayasa proses pengadaan mulai dari tahap administrasi hingga penentuan pemenang tender.
KPK hingga kini masih terus mengembangkan penyidikan untuk mengusut aliran dana dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.(*)