Kamis, 4 Juni 2026

RSUD AWS Samarinda Disorot, Dugaan Malpraktik Pasien Jantung Ramai di Media Sosial

Photo Author
Hamzah Firdaus, Hukumtoday.com
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:49 WIB
Menyoroti dugaan kasus malpraktik di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda terhadap pasien rawat jantung hingga bayi berusia 3 bulan. (Dok. RSUD AWS Samarinda)
Menyoroti dugaan kasus malpraktik di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda terhadap pasien rawat jantung hingga bayi berusia 3 bulan. (Dok. RSUD AWS Samarinda)

SAMARINDA - RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan kelalaian medis terhadap seorang pasien berinisial EW (63) yang menjalani perawatan jantung.

Informasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun Instagram @kaltimfolks pada Sabtu (30/5/2026).

Dalam unggahan itu disebutkan adanya dugaan pelanggaran prosedur medis yang dilakukan oleh tim dokter.

Unggahan tersebut menarasikan bahwa pemasangan ring (stent) diduga tidak sesuai ukuran sehingga mengenai dua ring yang telah terpasang sebelumnya.

Selain itu, disebutkan pula adanya kawat sepanjang sekitar 2 sentimeter yang diduga terputus dan tertinggal di dalam jantung pasien.

Baca Juga: Kasus Dugaan Pencemaran Teluk Buli Menguat, PT FHT Didesak Jalani Audit Lingkungan Independen

Pihak keluarga, sebagaimana dikutip dalam unggahan tersebut, juga menilai tidak ada penjelasan secara transparan pasca tindakan medis dilakukan.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD AWS Samarinda terkait tudingan tersebut.

Ditemukan Saat Dirujuk ke Singapura

Dalam narasi yang beredar, kondisi pasien disebut memburuk hingga akhirnya dirujuk ke RS Mount Elizabeth Novena, Singapura.

Di rumah sakit tersebut, tim medis dilaporkan menemukan adanya kawat yang diduga tertinggal dan menghambat aliran darah ke jantung.

Meski demikian, informasi tersebut masih bersumber dari unggahan media sosial dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Baca Juga: Pasutri di Aceh Selatan Sepakat Berdamai, Kasus KDRT Tak Berlanjut

Kasus ini memicu reaksi warganet yang membanjiri akun media sosial resmi RSUD AWS Samarinda. Sejumlah komentar mendesak agar dugaan malpraktik tersebut diusut secara menyeluruh.

Selain itu, beredar pula keluhan terkait dugaan kesulitan keluarga dalam memperoleh rekam medis, termasuk pemberian data yang disebut tidak lengkap.

Halaman:

Editor: M Taufik Zass

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

X