Tak hanya itu, Dwi juga menyoroti bentuk poster presentasi tim Rifaldy cs yang disebut hanya dicetak menggunakan kertas HVS ukuran A4.
Baca Juga: Diduga Gunakan Riset Palsu di Konferensi Dunia, Nama Ilmuwan RI Jadi Sorotan
Menurutnya, kasus tersebut turut berdampak pada citra peneliti Indonesia lain yang serius melakukan riset dan presentasi ilmiah di forum internasional.
“Teman-teman peneliti lain sudah berusaha keras mengerjakan penelitian, mengolah data, dan menyiapkan poster untuk dipresentasikan di ISPPD. Tapi rusak karena kasus ini,” tuturnya.
Hingga kini, polemik dugaan riset palsu tersebut masih ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu diskusi soal integritas akademik dalam konferensi ilmiah internasional.(*)