BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh, T. Heri Suhadi atau yang akrab disapa Abu Heri, meminta seluruh pendukung dan masyarakat menyikapi pergantian dirinya dari Badan Anggaran (Banggar) DPRA secara tenang, bijaksana, dan proporsional.
Pergantian tersebut diumumkan dalam Rapat Paripurna DPRA pada Rabu (20/5/2026), berdasarkan surat Fraksi Partai Aceh terkait perubahan alat kelengkapan dewan periode 2024–2029. Posisi Abu Heri di Banggar DPRA kini diisi oleh Azhari M. Nur atau yang dikenal dengan sapaan Haji Maop.
Menanggapi dinamika tersebut, Abu Heri menegaskan bahwa penempatan kader dalam alat kelengkapan dewan merupakan kewenangan internal partai politik yang harus dihormati seluruh kader maupun simpatisan.
Ia juga meminta para pendukung agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berpotensi memecah belah soliditas partai.
"Mohon bersabar syedara meutuah. Mohon jangan terpancing dengan gorengan orang. Mohon jangan terpancing dengan trik adu domba kepentingan pihak-pihak tertentu. Apapun yang terjadi, ada hikmahnya," ujar Abu Heri.
Secara politik maupun hukum tata kelola partai, perubahan susunan alat kelengkapan dewan merupakan hal yang sah dan menjadi bagian dari mekanisme internal fraksi.
Dalam sistem parlemen daerah, fraksi memiliki kewenangan melakukan evaluasi dan reposisi kader sesuai kebutuhan strategis organisasi serta kepentingan politik kelembagaan.
Abu Heri menyatakan dirinya menghormati sepenuhnya keputusan pimpinan Partai Aceh, termasuk pertimbangan Ketua Umum DPP Partai Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, dalam menentukan penugasan kader di DPRA.
"Tentu Mualem punya pertimbangan yang matang dan strategis dalam hal penempatan dan penugasan," katanya.
Sikap Abu Heri dinilai mencerminkan kedewasaan politik dan penghormatan terhadap mekanisme organisasi.
Di tengah dinamika politik daerah yang kerap memunculkan spekulasi dan polarisasi, pendekatan yang menekankan ketenangan serta kepatuhan terhadap keputusan partai menjadi pesan penting dalam menjaga stabilitas internal dan etika politik.
Melalui pesan yang disampaikan kepada para pendukungnya, Abu Heri juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan soliditas perjuangan politik.
"Untuk Syedara lon dan rakan-rakan Abu Heri banmandum, terkait dengan perombakan di Banggar DPRA, tanyo tetap tenang dan patuh terhadap keputusan yang diambil oleh pimpinan Partai Aceh. InsyaAllah bandum na hikmah jih. Tanyo tetap semangat dan solid," pesannya.
Ia kembali mengingatkan agar seluruh kader dan simpatisan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar maupun opini yang dapat memperkeruh suasana internal partai.