Kamis, 4 Juni 2026

Jurnalis Indonesia Ungkap Dugaan Penyiksaan oleh Militer Israel saat Misi ke Gaza

Photo Author
Redaksi, Hukumtoday.com
- Jumat, 22 Mei 2026 | 17:02 WIB
Menyoroti pengakuan para WNI yang menjadi relawan GSF saat insiden penangkapan oleh pasukan militer Israel di perairan internasional. (Instagram.com/@chikifawzi)
Menyoroti pengakuan para WNI yang menjadi relawan GSF saat insiden penangkapan oleh pasukan militer Israel di perairan internasional. (Instagram.com/@chikifawzi)

GAZA - Sebagian publik di media sosial tengah menyoroti kesaksian para warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza, Palestina.

Para relawan mengaku mengalami dugaan kekerasan fisik saat ditangkap pasukan Israel di perairan internasional hingga dibawa ke Pelabuhan Ashdod, Israel.

Kesaksian tersebut disampaikan dalam unggahan Instagram aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi melalui akun @chikifawzi, Jumat (22/5/2026).

Salah satu relawan, Rahendro Herubowo atau Heru, mengaku mengalami tindakan kekerasan saat proses penangkapan berlangsung.

“Saya mengalami beberapa kekerasan. Ditendang mungkin tiga sampai empat kali di bagian depan,” ujar Heru.

Ia juga mengaku bagian belakang tubuhnya sempat diinjak sebelum akhirnya disetrum oleh aparat.

Akibat kejadian itu, Heru mengaku masih merasakan nyeri di bagian dada, terutama saat batuk.

“Kalau batuk, sakit ketarik di sini (dada). Mudah-mudahan tidak kenapa-kenapa,” katanya.

Heru mengatakan dirinya telah menjalani pemeriksaan kesehatan setibanya di Istanbul, Turki, Kamis (21/5/2026), bersama relawan lainnya.

Menurut dia, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi fisik para relawan usai insiden penangkapan tersebut.

Kesaksian serupa juga disampaikan Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis Tempo TV yang ikut dalam misi kemanusiaan itu.

Andre mengaku sempat diperlakukan baik oleh pasukan Israel saat awal intersepsi kapal dilakukan. Namun situasi berubah ketika para relawan dipindahkan ke kapal militer.

“Awalnya mereka bilang semuanya baik-baik saja. Begitu masuk ke kapal besar, langsung dipukul dan dianggap teroris,” ujar Andre.

Ia mengaku dipaksa menunduk dengan tangan terikat ke belakang dan sempat disetrum.

Halaman:

Editor: M Taufik Zass

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

X