JAKARTA - Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah yang melibatkan Hanania Travel terus menjadi sorotan publik.
Direktur Utama PT Khazanah Tamma International, Ahmad Syah Farhan, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya.
Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, kasus tersebut diduga merugikan sedikitnya 130 calon jemaah dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp12 miliar.
Di tengah proses hukum yang berjalan, Hanania Travel juga menjadi perbincangan di media sosial setelah sejumlah calon jemaah membagikan pengalaman mereka terkait proses pembayaran biaya umrah.
Salah satunya diungkapkan oleh akun Threads @yunirahmaaaaa yang mengaku diminta segera melunasi biaya perjalanan umrah meski jadwal keberangkatan masih beberapa bulan lagi.
"Baru sadar waktu itu keluarga kami berangkat umrah tanggal 2 Februari 2026, tapi disuruh lunasin dari September 2025. Gue sudah kayak dikejar-kejar utang disuruh lunasin," tulisnya dalam unggahan yang viral, dikutip Minggu (31/5/2026).
Dalam tangkapan layar percakapan yang diunggah, pihak Hanania Travel menawarkan program diskon percepatan dengan syarat pelunasan dilakukan maksimal tujuh hari setelah pembayaran uang muka (DP).
"Kalau ikut program diskon harus H+7 setelah DP ya kak pelunasannya," tulis admin Hanania Travel dalam pesan tertanggal 23 September 2025.
Namun, calon jemaah tersebut mempertanyakan kebijakan itu karena jadwal keberangkatan masih cukup lama.
Dalam percakapan lanjutan pada 24 hingga 25 September 2025, admin Hanania Travel kembali mengingatkan mengenai pelunasan.
Bahkan disebutkan bahwa diskon akan hangus apabila pembayaran tidak dilakukan sesuai tenggat waktu yang ditentukan.
Pada 1 Oktober 2025, calon jemaah tersebut membagikan bukti transfer sebesar Rp144,5 juta kepada Hanania Travel.
Sementara itu, pihak travel menyebut total pelunasan yang harus dibayarkan mencapai Rp164,5 juta agar pelanggan tetap memperoleh program diskon percepatan.
Unggahan tersebut memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian menyoroti cara komunikasi admin Hanania Travel yang dinilai terlalu agresif dalam mengingatkan pembayaran kepada calon jemaah.