Kamis, 4 Juni 2026

Penipuan Catut Nama Sekda Aceh Selatan Diva Samudra Putra, Korban Rugi Rp 600 Ribu

Photo Author
M Taufik Zass, Hukumtoday.com
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 23:01 WIB
Tangkapan layar nomor WhatsApp yang diduga digunakan pelaku penipuan dengan mencatut identitas Sekda Aceh Selatan untuk mengelabui korban.
Tangkapan layar nomor WhatsApp yang diduga digunakan pelaku penipuan dengan mencatut identitas Sekda Aceh Selatan untuk mengelabui korban.

TAPAKTUAN - Modus penipuan dengan mencatat nama pejabat kembali terjadi. Kali ini, pelaku menyamar sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, untuk mengelabui warga melalui WhatsApp.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (29/5/2026). Pelaku menggunakan nomor tak dikenal dan memasang foto profil Sekda bersama istrinya guna meyakinkan korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku awalnya menghubungi korban yang mengetahui sosok Sekda. Percakapan berlangsung santai hingga korban percaya bahwa ia sedang berkomunikasi dengan pejabat tersebut.

Setelah itu, pelaku mengaku telah mentransfer uang sebesar Rp1,6 juta ke rekening korban. Untuk memperkuat aksinya, pelaku juga mengirimkan tangkapan layar berupa bukti transfer.

Baca Juga: Eddy Murdiyono dan Program Sejuta Umat: Gerakan Sosial Bangun Masjid dan Berdayakan Umat

Namun, pelaku kemudian meminta korban mengirimkan uang sebesar Rp600 ribu ke dompet digital DANA dengan nomor 0821-6131-776 atas nama "Yayasan Pak Yudha".

Korban sempat memeriksa rekeningnya dan mendapati uang yang menjanjikan belum masuk. Saat dikonfirmasi, pelaku berdalih terjadi gangguan jaringan perbankan.

“Korban akhirnya percaya dan mengira dana masih dalam proses. Tanpa curiga, ia langsung mentransfer uang sesuai permintaan,” ujar sumber yang mengetahui kejadian tersebut.

Setelah transfer dilakukan, korban baru menyadari dirinya tertipu. Uang yang berjanji tidak pernah masuk, sementara nomor pelaku tidak lagi aktif saat dihubungi kembali.

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat.

Baca Juga: Sinkhole di Lenteng Agung Jadi Sorotan, KNPI Minta Pemprov DKI Audit Infrastruktur Bawah Tanah

Warga diminta untuk selalu melakukan konfirmasi melalui jalur resmi dan tidak mudah percaya, terutama jika berkaitan dengan permintaan uang atau transaksi keuangan.

Kasus ini menjadi peringatan di tengah maraknya penipuan berbasis rekayasa sosial (social engineering) yang memanfaatkan identitas tokoh masyarakat.(*)

Editor: M Taufik Zass

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

X