Kamis, 4 Juni 2026

Dugaan Penipuan Riset di Denmark 2026, Rifaldy Fajar Akui Salah dan Minta Maaf

Photo Author
Septi Nugrahaini R, Hukumtoday.com
- Selasa, 26 Mei 2026 | 19:14 WIB
Potret Rifaldy Fajar, sosok yang sedang viral di media sosial karena dugaan penipuan riset. (Instagram/rifaldyfajar)
Potret Rifaldy Fajar, sosok yang sedang viral di media sosial karena dugaan penipuan riset. (Instagram/rifaldyfajar)

Sorotan lain dalam kasus ini ialah pencantuman sejumlah nama perguruan tinggi sebagai afiliasi peneliti. Dalam klarifikasinya, Rifaldy mengakui penggunaan nama institusi dilakukan tanpa persetujuan resmi.

Beberapa kampus yang disebut antara lain Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Negeri Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung, Telkom University Purwokerto, Universitas Tadulako, Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Universitas Terbuka, hingga Universitas Internasional Semen Indonesia.

“Terkait penggunaan beberapa afiliasi institusi tersebut, kami memohon maaf sebesar-besarnya,” katanya.

Ia menegaskan institusi-institusi tersebut tidak memiliki keterkaitan langsung dengan partisipasi konferensi yang mereka ikuti.

Baca Juga: Blackout Sumatera Bikin UMKM Rugi, DPR Desak PLN Siapkan Skema Ganti Rugi

“Namun kami menyadari bahwa penggunaan nama institusi tanpa persetujuan resmi merupakan kekeliruan dari pihak kami,” ucapnya.

Menurut Rifaldy, kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam mencantumkan identitas maupun afiliasi penelitian.

Soal Foundation, Disebut Hanya Komunitas Riset Independen

Selain persoalan afiliasi kampus, publik juga menyoroti keberadaan IMCDS-BioMed Research Foundation yang tercantum dalam penelitian tersebut.

Rifaldy menjelaskan bahwa nama tersebut merupakan komunitas riset independen yang dibentuk bersama rekan-rekannya.

Baca Juga: PHK Sepihak Kian Marak, Pengamat: Tekanan Ekonomi Mulai Terasa di Dunia Usaha

“Kami juga meminta maaf apabila penggunaan kata ‘Foundation’ menimbulkan kesalahpahaman di publik,” katanya.

Ia menjelaskan komunitas tersebut bernama The Integrated Mathematical, Computational and Data Science for BioMedicine Research Community dan bukan lembaga resmi.

“Kami tidak memiliki institusi resmi ataupun homebase tertentu,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Rifaldy meminta publik tidak melakukan serangan personal maupun doxing terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam polemik tersebut.

Halaman:

Editor: M Taufik Zass

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

X