Kamis, 4 Juni 2026

Viral Tawuran Pelajar di Magelang Bawa Pistol, Polisi Pastikan Hanya Senjata Mainan

Photo Author
Redaksi, Hukumtoday.com
- Kamis, 21 Mei 2026 | 15:37 WIB
Menyoroti dugaan kasus korupsi dalam penyaluran KPR di BTN Cabang Karawang, Jawa Barat yang melibatkan proyek pengembang PT BAS. (Instagram.com/@infokrw - Dok. BTN)
Menyoroti dugaan kasus korupsi dalam penyaluran KPR di BTN Cabang Karawang, Jawa Barat yang melibatkan proyek pengembang PT BAS. (Instagram.com/@infokrw - Dok. BTN)

MAGELANG - Video yang memperlihatkan aksi sejumlah pelajar diduga terlibat tawuran di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Dalam rekaman tersebut, tampak seorang pelajar mengacungkan benda menyerupai pistol ke arah pelajar lain di jalan raya.

Selain adegan pengacungan pistol, video yang beredar juga memuat potongan klip dugaan pengeroyokan terhadap seorang pelajar. Peredaran video itu memicu keresahan masyarakat dan menjadi perhatian aparat kepolisian.

Wakasatreskrim Polresta Magelang, AKP Toyib Riyanto, mengatakan video yang viral merupakan gabungan dari beberapa potongan video berbeda yang terjadi di wilayah Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

“Video yang viral dan beredar itu sebenarnya merupakan potongan beberapa video yang terjadi di wilayah Mertoyudan,” ujar Toyib kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).

Toyib menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada 4 Februari 2026 dan kasusnya telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Magelang.

Menurut dia, benda yang tampak seperti pistol dalam video tersebut dipastikan bukan senjata api asli, melainkan pistol mainan.

“Senjata itu adalah senjata mainan. Dari keterangan saksi yang sudah kami mintai keterangan, benda tersebut dibuang setelah kejadian viral,” kata Toyib.

Ia menambahkan, pistol mainan itu disebut dibuang ke saluran irigasi di kawasan Gebalan. Kepolisian juga berupaya meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Kami ingin meluruskan agar tidak menimbulkan kegaduhan atau kecemasan bahwa Magelang tidak aman karena ada pelajar tawuran menggunakan pistol,” ujarnya.

Sementara itu, orang tua pelajar yang diduga menjadi korban pengeroyokan mengaku keberatan video lama tersebut kembali beredar luas di media sosial. Ia menyebut anaknya mengalami tekanan mental setelah video kembali viral.

“Saya sebagai orang tua korban merasa tidak nyaman atas unggahan video yang sudah lama terjadi dengan anak saya. Itu sangat mengganggu mental dan psikologis,” ujar ayah korban dalam video yang diunggah akun Instagram Polresta Magelang, Kamis (21/5/2026).

Polresta Magelang menyatakan kasus dugaan pengeroyokan tersebut masih dalam proses penyidikan oleh Unit PPA Satreskrim.(*)

Editor: M Taufik Zass

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

X