hukum-nasional

Dugaan Pemalsuan Riset ISPPD 2026, ITB dan UNY Benarkan Prihantini serta Rifaldy Fajar Alumni Kampus

Kamis, 28 Mei 2026 | 14:58 WIB
Prihantini saat memaparkan materi dalam konferensi ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark. (Instagram/w.o.d.d)

Baca Juga: Jejak Kasus Suap DJKA Kemenhub, Harno Trimadi Diduga Terima Gratifikasi

Namun, Nur menyebut pihak kampus hingga kini belum menerima laporan resmi terkait dugaan pemalsuan riset tersebut sehingga belum dapat mengambil langkah etik maupun memberikan sanksi.

Menurut dia, pihak kampus juga telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Rifaldy dan Prihantini terkait kasus yang tengah viral tersebut.

Kasus ini pertama kali mencuat setelah sejumlah periset Indonesia, termasuk Ida Bagus Mandhara Brasika dan Wa Ode Dwi Daningrat, membagikan kronologi dugaan pemalsuan riset dan identitas yang diduga dilakukan Rifaldy dan Prihantini.

Dalam unggahan yang beredar di media sosial, sejumlah peserta konferensi menilai presentasi penelitian tersebut janggal. Poster ilmiah yang dipamerkan bahkan disebut hanya dicetak menggunakan kertas HVS ukuran A4.

Baca Juga: Kasus Dugaan Asusila Pengasuh Ponpes di Pekalongan, Polisi Periksa 6 Korban

Rifaldy Fajar sendiri telah memberikan klarifikasi. Ia mengakui konferensi ISPPD 2026 di Denmark hanya dihadiri oleh Prihantini.

Selain itu, Rifaldy juga mengakui telah mencatut sejumlah nama universitas tanpa izin. Meski demikian, ia menegaskan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan partisipasi Prihantini dalam konferensi tersebut.

Kasus ini hingga kini masih ramai diperbincangkan di media sosial karena dinilai dapat mencoreng citra Indonesia di dunia riset dan konferensi ilmiah internasional.(*)

Halaman:

Terkini