hukum-nasional

Dugaan Penipuan Riset di Denmark 2026, Rifaldy Fajar Akui Salah dan Minta Maaf

Selasa, 26 Mei 2026 | 19:14 WIB
Potret Rifaldy Fajar, sosok yang sedang viral di media sosial karena dugaan penipuan riset. (Instagram/rifaldyfajar)

JAKARTA - Kasus dugaan penipuan riset yang menyeret nama Rifaldy Fajar dan Prihantini menjadi sorotan publik di media sosial. Polemik itu mencuat usai presentasi dalam ajang International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, Denmark, pada 17-21 Mei 2026.

Sejumlah peneliti dan warganet menyoroti kejanggalan dalam hasil riset yang dipresentasikan. Salah satu yang ramai diperbincangkan ialah poster penelitian yang disebut hanya dicetak menggunakan kertas ukuran A4.

Di tengah polemik tersebut, Rifaldy Fajar menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya. Unggahan itu kemudian tersebar luas di berbagai platform media sosial, salah satunya melalui akun Threads @reynaldikhsan.

Baca Juga: Dugaan Riset Bodong WNI di Konferensi ISPPD Denmark, Periset Ungkap Bisa Lolos karena Hanya Dicek Abstrak

“Sehubungan dengan adanya kasus konferensi internasional di Denmark 2026 yang menyeret nama kami, kami memohon maaf sebesar-besarnya atas segala kegaduhan dan kesalahan yang telah kami perbuat,” tulis Rifaldy dalam pernyataannya, Selasa (26/5/2026).

Ia mengaku menyesali tindakan yang dilakukan karena dinilai berdampak pada sejumlah pihak, termasuk penyelenggara konferensi.

“Kami menyadari bahwa terdapat sejumlah kekeliruan dari pihak kami, dan dengan penuh tanggung jawab kami ingin menyampaikan klarifikasi,” lanjutnya.

Dalam klarifikasinya, Rifaldy menjelaskan bahwa konferensi di Denmark hanya dihadiri oleh Prihantini. Sementara anggota tim lainnya disebut tengah berada di lokasi berbeda karena agenda masing-masing.

Baca Juga: Blackout Sumatera Masih Misterius, Polisi Sebut Faktor Cuaca tapi Teknisi Curiga Kabel Dipotong

Ia menyebut dirinya bersama Rini Winarti berada di Bangkok, Riana Dwi di Seoul, dan Sahnaz Vivinda berada di Indonesia.

Rifaldy juga menegaskan bahwa Aminatus Saadah dan Dimas Fajar tidak terlibat dalam penyusunan karya ilmiah tersebut.

“Pencantuman nama tersebut murni kelalaian dan kesalahan penafsiran atas izin penggunaan nama dan bukan bentuk keterlibatan,” ujarnya.

Baca Juga: Diduga Gunakan Riset Palsu di Konferensi Dunia, Nama Ilmuwan RI Jadi Sorotan

Akui Gunakan Nama Kampus Tanpa Persetujuan

Halaman:

Terkini