hukum-nasional

Diduga Gunakan Riset Palsu di Konferensi Dunia, Nama Ilmuwan RI Jadi Sorotan

Selasa, 26 Mei 2026 | 13:46 WIB
Menyoroti dugaan skandal riset palsu yang dipresentasikan WNI dalam konferensi ilmiah tingkat internasional ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark. (Threads.com/@mandharabrasika)

Baca Juga: Wakil Ketua DPRK Abdya Soroti Izin PMKS PT Ensem Abadi, Minta Dokumen UKL-UPL Dibuka ke Publik

Mandhara mengungkapkan Universitas Negeri Yogyakarta merupakan institusi resmi yang nyata. Namun, ia mempertanyakan keberadaan AI-BioMedicine Research Group dan IMCDS-BioMed Research Foundation yang disebut belum jelas validitasnya.

“Dengan cara ini, pelaku mendapatkan dana travel grant yang membuat mereka bisa keluar negeri secara gratis,” katanya.

Sementara itu, salah satu pihak yang disebut dalam unggahan tersebut, Rifaldy Fajar, akhirnya buka suara. Melalui akun Threads pribadinya, Rifaldy menyatakan pihaknya tengah menyiapkan klarifikasi terkait tudingan yang beredar.

“Kami akan klarifikasi satu per satu. Tapi mohon tunggu dulu karena kami perlu menyusun runtutannya,” tulis Rifaldy, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga: Haru Kepulangan Relawan GSF Ronggo Wirasanu, Disambut Anak dengan Poster ‘Ayah Pahlawanku’

Ia juga menilai informasi yang telah beredar luas di media sosial belum sepenuhnya sesuai fakta. Rifaldy menyayangkan belum adanya upaya konfirmasi langsung kepada pihaknya sebelum isu tersebut viral di publik.

“Kami menyayangkan karena hingga saat ini belum ada upaya tabayyun atau klarifikasi langsung kepada kami sebelum semuanya disebarkan secara luas ke publik,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari panitia ISPPD 2026 maupun otoritas terkait mengenai dugaan pemalsuan riset tersebut. Kasus ini pun masih menjadi perhatian publik, terutama di kalangan akademisi dan peneliti Indonesia.(*)

Halaman:

Terkini