Kamis, 4 Juni 2026

Ledakan Diduga Bom Peninggalan PD II di Biak, 5 Orang Mininggal dan 3 Masih Dicari

Photo Author
Septi Nugrahaini R, Hukumtoday.com
- Senin, 1 Juni 2026 | 13:55 WIB
Insiden ledakan bom sisa Perang Dunia II di Biak, Papua. (Instagram/alfrethbennyminkambu)
Insiden ledakan bom sisa Perang Dunia II di Biak, Papua. (Instagram/alfrethbennyminkambu)

BIAK - Ledakan hebat yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5/2026).

Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya lima orang meninggal dunia, tiga orang lainnya masih dalam pencarian, serta merusak belasan rumah warga di sekitar lokasi kejadian.

Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diperoleh di lapangan, ledakan diduga berasal dari bom sisa Perang Dunia II.

"Kejadian ledakan ini diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II," kata Ari kepada wartawan, Minggu (31/5/2026).

Baca Juga: Satreskrim Polres Aceh Selatan Tangkap 2 Terduga Pelaku Penggelapan, Satu Sempat Bersembunyi di Lemari

Menurutnya, ledakan terjadi di area sekitar salah satu rumah panggung milik warga. Namun, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan identifikasi lebih lanjut oleh tim gabungan.

Dari data sementara yang dihimpun kepolisian, lima korban meninggal dunia masing-masing bernama Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5).

Sementara itu, tiga orang lainnya yang dilaporkan masih dalam pencarian yakni Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45), dan Anis Marandof (27).

Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan juga menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 12 unit rumah. Sebanyak sembilan rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat kuatnya daya ledak.

Baca Juga: Resmi jadi Tersangka, Momen Pertemuan Pasutri Bos WO Marwah dengan Korban di Kantor Polisi Memanas: Pintar Playing Victim Pak!

Akibat kejadian tersebut, sekitar 55 warga terpaksa mengungsi, terdiri atas 52 orang dewasa dan tiga balita.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah bangunan rumah hancur dan puing-puing material berserakan di lokasi kejadian.

Saat ini, Tim Identifikasi Forensik (Inafis) bersama personel terkait masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sterilisasi area, serta pengumpulan barang bukti untuk memastikan sumber ledakan.

Polisi juga telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan adanya benda berbahaya lain yang belum terdeteksi.

Halaman:

Editor: M Taufik Zass

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

X