daerah-pemerintah

MUI Kota Probolinggo Soroti Maraknya Begal, Minta Patroli Malam dan Penerangan Jalan Ditingkatkan

Selasa, 26 Mei 2026 | 12:18 WIB
Foto bersama jajaran Majelis Ulama Indonesia, Forkopimda, dan tokoh masyarakat usai kegiatan Silaturahmi Daerah Ulama dan Umara di Bale Hinggil, Kota Probolinggo, Senin (25/5/2026). (Foto Promedia Group)

PROBOLINGGO - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat di Kota Probolinggo.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi Daerah Ulama dan Umara yang digelar di Bale Hinggil, Senin (25/5/2026).

Kegiatan bertema “Meneguhkan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kota Probolinggo Aman dan Tentram” tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, Dewan Pertimbangan MUI, pengurus harian, pengurus komisi, hingga pengurus MUI tingkat kecamatan se-Kota Probolinggo.

Wali Kota Aminudin diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo. Hadir pula Ketua DPRD Kota Probolinggo Sinta Dwi Laksmi Kusumawardani bersama perwakilan unsur Forkopimda lainnya.

Acara dikemas dalam format dialog interaktif yang dipandu Wakil Ketua Umum MUI Kota Probolinggo Ahmad Hudri.

Forum itu menjadi wadah memperkuat kolaborasi antara tokoh agama dan pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan daerah.

Ketua Umum MUI Kota Probolinggo M. Sulton menegaskan MUI akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.

“MUI akan senantiasa istiqamah menegakkan amar makruf nahi munkar dengan memberikan masukan dan saran konstruktif bagi kebijakan pemerintah agar membawa kemanfaatan dan kemaslahatan untuk umat dan bangsa,” ujar Sulton dalam sambutannya.

Dalam kesempatan itu, MUI Kota Probolinggo juga mempresentasikan hasil survei tentang persepsi masyarakat terhadap kejahatan jalanan atau begal di Kota Probolinggo. Presentasi disampaikan oleh Benny Prasetya.

Hasil survei menunjukkan masyarakat masih memiliki tingkat kekhawatiran cukup tinggi terhadap aksi begal, terutama saat melintas sendirian di jalan sepi pada malam hari.

“Persepsi keamanan masyarakat Kota Probolinggo berada pada kategori sedang menuju tinggi dengan rata-rata nilai keseluruhan sebesar 3,57 dari skala 5,” demikian hasil survei yang dipaparkan dalam forum tersebut.

Meski demikian, MUI menilai ancaman kejahatan jalanan tetap membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak. Karena itu, MUI merekomendasikan sejumlah langkah pencegahan kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Beberapa rekomendasi yang disampaikan antara lain peningkatan penerangan jalan di kawasan permukiman dan titik rawan, patroli rutin malam hari, pengawasan di lokasi rawan kriminalitas, serta edukasi kewaspadaan lingkungan kepada masyarakat.

Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo yang membacakan sambutan wali kota turut mengapresiasi kontribusi MUI dalam menjaga kondusivitas daerah dan memperkuat nilai moderasi serta toleransi di tengah masyarakat.

Halaman:

Terkini