TAPAKTUAN - Bangunan gedung Politeknik Aceh Selatan di Kecamatan Samadua hingga kini masih terbengkalai meski pembangunan proyek tersebut telah beberapa kali dilanjutkan dengan anggaran yang disebut mencapai belasan miliar rupiah.
Kondisi bangunan yang belum difungsikan itu menjadi perhatian masyarakat karena dinilai belum memberikan manfaat maksimal bagi dunia pendidikan di daerah.
Sejumlah bagian gedung tampak belum rampung, sementara aktivitas perkuliahan maupun operasional pendidikan belum berjalan sebagaimana yang diharapkan sejak awal pembangunan.
Masyarakat menilai keberadaan Politeknik Aceh Selatan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses pendidikan vokasi bagi generasi muda di kabupaten tersebut.
“Sayang sekali jika bangunan yang sudah menghabiskan anggaran besar itu belum bisa dimanfaatkan. Harapannya pembangunan dapat kembali dipercepat agar gedung tersebut benar-benar berfungsi untuk kepentingan pendidikan masyarakat,” kata warga Aceh Selatan, T. Mahlil Akbar, di Tapaktuan, Rabu (20/5/2026).
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan di bawah kepemimpinan Bupati H. Mirwan MS dan Wakil Bupati H. Baital Mukaddis dapat memberi perhatian serius terhadap kelanjutan pembangunan Politeknik Aceh Selatan hingga dapat diresmikan pada masa pemerintahan saat ini.
Menurut dia, keberadaan politeknik tersebut diharapkan mampu mendukung cita-cita mewujudkan Aceh Selatan yang maju, madani, dan produktif melalui peningkatan sektor pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya kejelasan terkait progres pembangunan lanjutan maupun target operasional gedung Politeknik Aceh Selatan, sehingga fasilitas yang telah menelan anggaran besar tersebut dapat segera dimanfaatkan sesuai tujuan awal pendiriannya sebagai pusat pendidikan vokasi di Aceh Selatan.
“Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan pembangunan terus berlanjut hingga fasilitas ini benar-benar dapat digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.(*)