Andre juga menyebut perlakuan yang diterima para relawan menjadi lebih keras setelah tiba di Pelabuhan Ashdod.
“Saat sudah sampai Ashdod, itu paling keji. Tangan saya diikat terlalu kencang sampai peredaran darah tidak jalan dan hampir pingsan,” katanya.
Dalam kesaksiannya, Andre juga menyebut salah satu relawan lain, Thoudy Badai, terlihat dalam kondisi lemas saat penahanan berlangsung.
Berdasarkan laporan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), terdapat sembilan WNI yang ikut dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dari Istanbul menuju Gaza.
Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV, Rahendro Herubowo eks jurnalis INews, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Herman Budianto Sudarno dan Ronggo Wirosanu dari Dompet Dhuafa, serta Hendro Prasetyo dan Asad Aras Muhammad dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Para relawan tersebut ditangkap saat berlayar menuju Jalur Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan menembus blokade Israel.
Hingga kini, pemerintah Indonesia melalui KJRI dan sejumlah pihak terkait masih mengupayakan proses pemulangan para WNI melalui Turki.(*)