Selain itu, terdapat pula tangkapan layar akun LinkedIn dengan nama yang sama yang mencantumkan profesi di bidang digital marketing dan data analyst.
Namun demikian, identitas tersebut belum dapat dipastikan berkaitan langsung dengan pelaku penipuan. Ada kemungkinan identitas itu dicatut untuk menjalankan aksi kejahatan digital.
Usai kejadian, Haniyah mendatangi layanan Shopee di Jalan Raya Masiang, Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, untuk meminta penjelasan dan bantuan terkait dana yang hilang.
Baca Juga: 3 Pelaku Perambahan Hutan Suaka Margasatwa Rawa Singkil Ditangkap Polres Aceh Selatan
“Saya sudah datang ke tempat layanan Shopee terdekat, tetapi belum ada solusi,” ujarnya.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan penipuan digital yang mengatasnamakan marketplace dan layanan keuangan daring.
Modus serupa umumnya memanfaatkan kepanikan atau ketidaktahuan korban dengan meminta transfer dana, kode OTP, hingga pengajuan pinjaman online atas nama proses verifikasi.
Masyarakat diimbau tidak mudah percaya terhadap pihak yang meminta transfer uang, data pribadi, maupun akses akun dengan alasan pengembalian dana atau pembaruan sistem.
Korban saat ini disebut tengah mempertimbangkan untuk melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(*)