Ia juga meminta nasabah tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
“Dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar. Kami memastikan bahwa data nasabah tetap aman,” kata Hera.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas terkait mengenai validitas data yang diklaim diperjualbelikan tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga keamanan data pribadi, termasuk tidak membagikan kode OTP maupun informasi perbankan kepada pihak lain.(*)