hukum-nasional

Relawan Indonesia Ungkap Dugaan Penyiksaan Tentara Israel saat Misi Kemanusiaan ke Gaza

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:38 WIB
Menyoroti kronologi kasus penyiksaan tentara Israel terhadap para relawan GSF yang sempat viral di medsos. (Instagram.com/@inhforhumanity)

JAKARTA - Kisah mencekam dialami para relawan Global Sumud Flotilla (GSF) dalam misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Insiden penangkapan yang melibatkan sembilan warga negara Indonesia (WNI) itu hingga kini masih menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.

Salah satu relawan asal Indonesia, Hendro Prasetyo, membongkar dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan tentara Israel terhadap para aktivis kemanusiaan usai kapal mereka dicegat di perairan menuju Gaza.

Dalam unggahan akun Instagram @inhforhumanity, Selasa (26/5/2026), Hendro menceritakan situasi mencekam yang terjadi setelah kamera para relawan dimatikan dan dihancurkan oleh tentara Israel.

"Kamera itu pasti dihancurkan oleh Israel, dan seluruh aktivis dipindahkan dari kapal ke speedboat mereka," kata Hendro.

Baca Juga: Kasus 'Pocong Keliling' yang Resahkan Warga, Begini Modus yang Terjadi di Tangsel hingga Lembang

Menurut Hendro, setelah para relawan dipindahkan, tentara Israel diduga merusak kapal secara brutal.

"Mulai dari kacanya dihancurkan, layarnya dirobek, pokoknya dibuat sampai kapalnya hanyut," ujarnya.

Diancam Senjata hingga Ditembak Peluru Karet

Hendro mengaku tentara Israel berupaya memaksa para relawan mengungkap identitas kapten kapal. Saat itu, para aktivis sepakat untuk tidak memberitahukan siapa kapten kapal demi keselamatan bersama.

"Prinsip kita saat itu tidak boleh memberi tahu siapa kapten kapal," tuturnya.

Namun, tekanan disebut terus dilakukan. Bahkan, salah satu relawan yang mengaku sebagai kapten kapal disebut langsung ditembak menggunakan peluru karet.

"Ketika salah satu dari kita berdiri mengaku sebagai kapten, dia ditembak dengan peluru karet," ungkap Hendro.

Baca Juga: Cegah Aksi 3C, URC Satreskrim Polres Abdya Gencarkan Patroli Malam

Halaman:

Terkini