Kamis, 4 Juni 2026

Catatan Kecil untuk Bang Ansarullah Ida: Jejak Seorang Advokat yang Hidup dalam Ingatan

Photo Author
M Taufik Zass, Hukumtoday.com
- Rabu, 3 Juni 2026 | 02:02 WIB
Dr. Ansarullah Ida, S.H., M.H
Dr. Ansarullah Ida, S.H., M.H

Dunia akademik dan dunia praktik menyatu dengan hukum dalam dirinya. Ia mengajarkan hukum di ruang kuliah, sekaligus memperjuangkan hukum di ruang sidang.

Bagi banyak pelajar dan juniornya, dia bukan sekadar mengajar atau profesi senior. Beliau adalah teladan tentang bagaimana ilmu pengetahuan harus digunakan untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Ada satu pesan lain yang hingga kini terus terngiang dalam ingatan saya.

“Jangan jadikan hidup sekedar lomba. Bangunlah sejarah melalui karya dan pengabdian. Dirikan lembaga bantuan hukum, atau lembaga yang mampu membela, mendidik, dan mengabdi kepada masyarakat. Sebab manusia dikenang bukan karena kekayaan yang ditinggalkannya, melainkan karena manfaat yang terus hidup setelah ia tiada.”

Pesan itu sesungguhnya menggambarkan cara dia memandang kehidupan. Bahwa nilai seseorang tidak diukur dari apa yang berhasil dikumpulkan, melainkan dari apa yang berhasil ditinggalkan untuk kemaslahatan orang lain.

Pada tanggal 9 Maret 2023, Bang Ansarullah Ida berpulang ke rahmatullah di Gampong Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh.

Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam. Namun sesungguhnya ada manusia yang tidak benar-benar pergi. Mereka tetap hidup dalam ingatan, dalam nasihat yang terus diulang, dalam nilai-nilai yang diwariskan, dan dalam jejak kebaikan yang terus memberi manfaat setelah kepergiannya.

Bang Ansarullah adalah salah satunya.

Jejak orang besar tidak hanya tertulis dalam buku, karya ilmiah, atau keputusan pengadilan. Jejak hidup mereka dalam diri orang-orang yang pernah disentuh oleh ilmu, ketulusan, dan kebaikannya.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Al-Fatihah untuk Bang Ansarullah Ida.

Keberanian, keteladanan, dan warisan pemikirannya akan terus hidup, melampaui usia, melampaui waktu, dan tetap menjadi inspirasi bagi generasi yang ditinggalkannya.(*)

Halaman:

Editor: M Taufik Zass

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

X