Suasana Memanas saat Pertemuan Korban dan Tersangka
Video tersebut juga menunjukkan momen ketegangan antara para korban yang menuntut tanggung jawab pada tersangka.
Sementara di sisi lain, pihak tersangka berjanji akan mampu mengembalikan dana asal diberi waktu.
“POV-nya adalah kita korban, jangan sampai mbaknya (tersangka -red) mikir ‘Oh kita mau bertahan hidup, mau ke psikiater dan sebagainya’. Itu urusan mbak, nggak usah diceritain ke kita,” ucap salah satu korban.
“Kita menuntut tanggung jawab, intinya itu,” lanjutnya.
Kemudian pihak WO Marwah, ER, mengungkapkan bahwa dirinya hanya ingin menjelaskan situasi yang sedang dihadapi.
“Dengan menjelaskan situasi kita karena benar-benar memang…,” ucap ER terputus karena mendapat sorakan dari para korban.
“Kalau saya ini enggak dihukum bahasanya, saya bisa usahain penyelesaian dalam waktu 6 bulan. Kalau Marwah bangkrut, saya bisa bangun yang lain,” ucap ER.
Kronologi Mencuatnya Kasus Penipuan WO Marwah
Kasus ini mencuat usai viralnya video yang diunggah kerabat pengantin yang menjadi korban WO Marwah di Bekasi mengunggah video kondisi gedung pernikahan antara Aldy dan Feny di gedung Islamic Center Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu, 23 Mei 2026 masih kosong melompong.
Dalam video yang diunggah oleh akun Threads @agyo_hadisuwarno, terlihat para tamu undangan sudah hadir di acara akad pernikahan.
Namun, tidak ada dekorasi maupun stall catering makanan yang berada di gedung tersebut.
“WO Marwah, dia nipu. Ini semuanya nggak ada, vendornya kabur. Harusnya ada resepsi yang bagus, ada catering, dekorasi, semuanya nggak ada,” ucap pengunggah video yang diunggah di Threads pada 23 Mei 2026 lalu.
Setelah videonya viral, pasangan pengantin terkait, yakni Aldy dan Feny resmi memasukkan laporan ke pihak berwajib mengenai WO Marwah ke Polres Metro Jakarta Timur pada Minggu, 24 Mei 2026.
Kerugian yang dialami oleh pasangan Aldy dan Feny yang akhrinya batal menggelar resepsi tersebut mencapai Rp85,5 juta.(*)