Kamis, 4 Juni 2026

Blackout Sumatera Masih Misterius, Polisi Sebut Faktor Cuaca tapi Teknisi Curiga Kabel Dipotong

Photo Author
Adis Cahyana, Hukumtoday.com
- Selasa, 26 Mei 2026 | 14:09 WIB
Ilustrasi : Penyebab blackout massal yang melumpuhkan sebagian besar wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026) masih menjadi sorotan publik.
Ilustrasi : Penyebab blackout massal yang melumpuhkan sebagian besar wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026) masih menjadi sorotan publik.

JAKARTA - Penyebab blackout massal yang melumpuhkan sebagian besar wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026) masih menjadi sorotan publik. Penjelasan resmi dari Bareskrim Polri dan PT PLN (Persero) justru memunculkan perdebatan baru usai muncul analisis tandingan dari kalangan teknisi di media sosial.

Dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Senin (25/5), Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin menunjukkan potongan kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV yang ditemukan putus di jalur Muara Bungo-Sungai Rumpeh, tepatnya di antara Tower 175 dan Tower 176.

Polri menyimpulkan sementara bahwa putusnya kabel bukan akibat sabotase, melainkan dipicu cuaca ekstrem yang terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 18.44 WIB.

"Kenapa kami bisa pastikan ini bukan faktor sabotase? Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut. Jadi kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi," kata Nunung.

Baca Juga: Diduga Gunakan Riset Palsu di Konferensi Dunia, Nama Ilmuwan RI Jadi Sorotan

Polisi juga menyebut ada kesaksian warga yang mendengar suara ledakan sebelum listrik padam massal terjadi. Untuk memastikan penyebab pasti, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) turut dilibatkan dalam penyelidikan.

Namun penjelasan tersebut menuai kritik dari sejumlah teknisi dan netizen. Salah satu akun media sosial yang mengaku sebagai teknisi berpengalaman mengunggah analisis berbeda terkait kondisi kabel yang ditampilkan dalam konferensi pers.

Menurut akun tersebut, bentuk kabel yang terlihat "mekar seperti sapu" justru mengindikasikan adanya pemotongan, bukan kerusakan akibat korsleting listrik.

"Aluminium terbakar meleleh menghitam karena ada lapisan karet. Jika dipotong akan mekar seperti sapu. Jika konslet akan tetap utuh seperti sapu dilas jadi satu," tulis akun tersebut.

Baca Juga: Blackout Sumatera Bikin UMKM Rugi, DPR Desak PLN Siapkan Skema Ganti Rugi

Akun itu juga mempertanyakan sistem redundansi jaringan kelistrikan PLN. Ia menilai putusnya satu fase kabel seharusnya tidak langsung menyebabkan blackout besar di seluruh interkoneksi Sumatera.

"Yang menjelaskan ini melupakan satu hal bahwa di Indonesia ini banyak teknisi senior. Jadi ini dipotong 100 persen, pertanyaannya siapa yang memotong?" tulisnya lagi.

Perdebatan kemudian meluas di media sosial. Sejumlah netizen mempertanyakan keterlibatan aparat kepolisian dalam menjelaskan persoalan teknis kelistrikan.

"Duhh, makin nyata dan jelas nih kalau sudah melibatkan polisi buat klarifikasi," tulis akun @11_chiko***.

Halaman:

Editor: M Taufik Zass

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

X