politik-kebijakan

Himapol USK dan JASA Aceh Besar Hidupkan Kembali Semangat Juang Tuanku Panglima Polem IX

Rabu, 3 Juni 2026 | 19:21 WIB
Ketua Commando Independen Bustamam memberi santunan anak yatim-piatu di kegiatan Baksos Himapol USK Dan Jasa DPW Aceh Besar. (Foto Ist)

JANTHO - Himpunan Mahasiswa Politik Universitas Syiah Kuala (Himapol USK) bersama Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Aceh Besar menggelar kegiatan revitalisasi nilai-nilai kepahlawanan Pahlawan Nasional Tuanku Panglima Polem IX.

Kegiatan ini berlangsung di kompleks makam sang pahlawan di Gampong Lamsie, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Revitalisasi Nilai-nilai Kepahlawanan Tuanku Panglima Polem IX sebagai Media Komunikasi dan Pendidikan Politik Masyarakat" itu diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan.

Rangkaian kegiatan meliputi pendidikan politik, bhakti sosial, penanaman pohon, zikir dan doa bersama, serta santunan kepada anak yatim.

Peserta berasal dari unsur akademisi, mahasiswa, tokoh agama, tokoh adat, perangkat gampong, hingga organisasi kemasyarakatan.

Baca Juga: Kepala Imigrasi Jakarta Ronald Amran Kena OTT KPK, Barang Bukti Mata Uang Asing hingga Logam Mulia Kini Disita

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Commando Independen Aceh Besar Bustamam, Ketua Umum DPW JASA Aceh Besar Raissul Akram Marzuki.

Selain itu juga hadir, Ketua Program Studi Ilmu Politik USK Novita Sari, S.IP., M.IP., serta sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Kuta Cot Glie.

Ketua Panitia, Hasbuna Habiebie, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Tuanku Panglima Polem IX.

Menurutnya, semangat kepemimpinan, keberanian, pengorbanan, dan kecintaan terhadap daerah harus terus ditanamkan kepada generasi muda Aceh. Ia juga menegaskan bahwa nilai kepahlawanan tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah.

"Semangat itu harus menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam membangun kesadaran sosial, memperkuat pendidikan politik, dan menjaga persatuan masyarakat," kata Hasbuna.

Baca Juga: Heboh Penggeledahan Kantor BGN oleh Kejagung, Diduga soal Kasus Tata Kelola di Era Kepemimpinan Dadan Hindayana

Kegiatan diawali dengan pendidikan politik yang menghadirkan akademisi dari Program Studi Ilmu Politik USK.

Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi serta penguatan karakter kepemimpinan berbasis nilai-nilai lokal dan sejarah perjuangan Aceh.

Halaman:

Terkini